Wednesday, August 27, 2008

Kenapa di Cikarang Banyak Nyamuk???

He he he, pas iseng-iseng nyari artikel tentang penolak nyamuk ("mosuquito repellant") kebetulan nemu artikel tentang mosquito magnet. Mosquito magnet ntu semacam alat pembasmi nyamuk. Ya intinya sih dari situ tersirat kalo ternyata nyamuk ntu suka hawa panas & CO2.

Nah terus apa hubungannya tuh sama Cikarang. He he, saya tinggal di Cikarang udah kurang lebih 3 tahun dan so pasti disini panas dan banyak nyamuk.

Setidaknya ada 4 alasan kenapa di Cikarang banyak nyamuk.

  1. Banyak CO2. Cikarang kan kota Industri, wajar lah kalo ada polusi, dan tentunya CO2 dah mesti wajib hadir di jajaran polutan udara Cikrang.
  2. Tempat Panas. Karena di Cikarang banyak industrialisasi yang artinya juga banyak polusi udara, terutama gas CO2, maka wajar-wajar saja kalo terjadi efek rumah kaca. sebagian emisi dari sinar matahari dipantulkan dan tertahan di daerah Cikarang. Maka wajar kalo Cikarang panas.
  3. Banyak Semak. Semak dan sawah-sawah di Cikarang merupakan tempat perfect "peristirahatan" buat nyamuk
  4. Genangan Air. So pasti kali malang, tempat perfect pengembangbiakan (ternak) nyamuk. 

Jam Kantor Nyamuk

Ngomong ngomong sama temen, ternyata dihasilkan semacam hipotesa "jam kantor" nyamuk di Cikarang. Dari hasil pengamatan, diskusi, ternyata "jam kantor" nyamuk di Cikarang berkisar dari jam 17.30 sore hingga menjelang subuh. Pas sore-sore, nyamuk pada bejibun masuk rumah dan mereka balik ke sarang ntar subuh. Datang bawa perut kosong, pulang perut buncir.

Lebih-lebih lagi nih, nyamuk-nyamuk ini menggila sekitar jam 2 pagi. Maaf-maaf aja nih yang tidur malemnya sering keganggu.

Salah Satu Solusi 

Ada masalah mesti ada solusinya. Ini beberapa solusi ringan, semoga bermanfaat

  1. Tutup jendela dan pintu sekitar jam 5 sore dan buka menjelang subuh
  2. Jangan gantung pakaian bekas
  3. Buang Genangan Air
  4. Pake kelambu/raket listrik (solusi aman)
  5. Pake obat nyamuk / penolak nyamuk (Tapi jangan sering sering. Obat nyamuk gak bagus buat pernafasan, lotion penolak nyamuk gak bagus buat kulit)

Hikmahnya

Ternyata kondisi Cikarang yang panas dan banyak nyamuk juga membawa hikmah, nothing useless lah :-) .

  1. Alarm Tahajud. Karena nyamuk di Cikarang menggila sekitar jam 2, ini bisa dimanfaatkan sebagai alarm alami buat bangunin tahajud. Ngomong sih gampang, prakteknya sih berat juga. Tapi buat saya pribadi, keseringan ini gak berpengaruh. Nyamuk ya nyamuk, tidur ya tidur, tahajud lewat... [semoga Allah mengampuni saya, amiin :-)]
  2. Latihan Haji dan Umrah. Ini kedengarannya emang konyol, tapi saya coba tulis juga; Cikarang emang panas dan berdebu, mirip-mirip lah sama timur tengah sana. Awalnya saya juga dongkol mesti tinggal di Cikarang, tapi jalanin aja lah. Think positively aja, terus belajar bersyukur. Itung-itung latihan bertahan dengan panasnya hawa gurun, semoga saja pas ada rejeki bwt Ibadah Haji, udah terbiasa hidup dengan hawa panas :-)  Amiin.

Wednesday, August 06, 2008

Acak (Random)

Semester ini saya belajar sekelumit hal tentang teori peluang dan proses acak. Awalnya sih fine-fine aja, tapi akhir-akhir ini mulai sedikit tanda tanya besar di otak. Pertanyaanya sederhana tapi menggugah.

- Sebenarnya acak (random) itu apa sih?
- Apakah proses acak itu benar-benar ada?
- Apakah keacakan proses acak membatasi kemahakuasaan Allah?

Kalau kita definisikan proses acak sebagai sesuatu yang tak terduga karena satu dan lainnya tidak memiliki keterkaitan. Maka jelas ketika percobaan itu diulang berapa banyak pun hasilnya adalah indefinit, artinya kita tidak dapat meramalkan hasil yang tepat dari suatu proses acak. Yang ada adalah harapan dari hasil yang paling mungkin keluar.

Definisinya sih OK-OK saja. Tapi masalahnya, kalau sesuatu itu benar-benar acak, kalau hasil sesuatu proses itu tidak dapat ditentukan, lantas dimana letak karakter Allah yang Maha Mengetahui. Sementara kita tahu Al-Khaliq adalah yang paling tahu tentang semua ciptaannya. Allah pasti tahu berapa banyak rumput yang bergoyang setiap detiknya, Allah pasti tahu berapa banyak dan bagaimana arah pergerakan debu yag diterpa angin satu-persatunya. Allah pasti tahu berapa banyak elektron yang dihamburkan per detik dari reaksi nuklir. Dan Allah juga pasti mengetahui hasil akhir dari semua proses acak lainnya. Kenapa harus seperti itu? Jawabannya adalah karena Allah Maha Mengetahui.

Lantas bagaimana mendefinisikan random itu sendiri? Sejauh ini saya mempunyai pemikiran alternatif yang mampu menjawab masalah ini, semoga saja dapat memuaskan. Mari kita diskusikan.

Anggaplah semua proses itu sebagai suatu fungsi, fungsi dari terjadinya sesuatu. Sementara yang namanya fungsi pasti memiliki hasil fungsi dan argumen fungsi yang menjadi masukan fungsi itu sendiri. Suatu fungsi bisa jadi memiliki satu parameter, dua parameter, tiga parameter atau sekian banyak parameter (tapi mustahil tidak terbatas) atau tidak sama sekali.

Misalkan saya memiliki suatu fungsi yang memiliki seratus triliyun argumen. Saya sendiri yang merancang fungsi tersebut dan saya sendirilah yang mengetahui hasil fungsi tersebut secara pasti. Katakanlah fungsi tersebut memiliki dua kemungkinan keluaran, "Head and Tail".

Kemudian saya merahasiakan semua parameter fungsi tersebut dan saya memberikan fungsi tersebut kepada orang lain yang sama sekali tidak mengetahui tentang fungsi tersebut sedikitpun. Saya katakan kepada orang tersebut, Saya mempunyai fungsi dengan satu argumen dengan range dari sekian hingga sekian dengan dua jenis keluaran (head and Tail). Tolong beritahukan kepada saya hasil percobaan yang dilakukan pada hari ke-54175, jam ke-15, menit ke-23, detik ke-41.

Yang jelas, orang tersebut pasti akan mensimulasikan proses tersebut dengan eksperimen sekian banyak dan meneliti hubungan setiap satu keluaran dengan keluaran lainnya dan setiap keluaran dengan masukannya. Lantas apa yang didapat? yang didapat adalah rasa frustasi, karena orang yang saya beritahu berangggapan bahwa berapa banyakpun percobaan pun yang dia lakukan, satu sama lain tidak memiliki keterkaitan, sehingga dia tidak dapat mempredikisi hasil dengan tepat, hingga akhirnya dia berkata, "Maaf proses ini bersifat acak, jadi saya tidak dapat menjawab pertanyaan anda".

Ekspresi tersebut wajar karena dari sekian banyak argumen fungsi, yang diberikan hanya satu saja. Wajar saja ketika dia tidak dapat menebak hasil fungsi karena dia hanya mampu menjangkau satu argumen fungsi saja, sementara seharusnya dia memiliki seratus triliyun argumen untuk dapat menebak keluaran fungsi itu secara tepat. Orang tersebut tidak dapat menebak hasilfungsi karena keterbatasannya dalam mengakses semua argumen yang diperlukan. 

Dapet konsepnya? Mari kita analogikan semua ini kepada manusia.

Adalah Allah Azza Wa Jalla yang paling mengetahui semua ciptaannya. Adalah Allah Azza Wa Jalla yang merancang semua proses yang terjadi di langit dan dibumi, satu-persatu didefinisikan secara spesifik sebagai fungsi yang super duper kompleks dengan sekian banyak parameter yang sama sekali tidak diketahui jumlahnya oleh manusia. Maka wajar saja ketika manusia beranggapan bahwa suatu proses bersifat acak. Belum lagi, bisa jadi antar parameter argumen fungsi juga memiliki hubungan yang sangat kompleks. Dikatakan wajar karena manusia tidak akan pernah dan mustahil mengetahui semua argumen fungsi yang diciptakan Allah di langit dan bumi kendatipun hanya satu saja. Manusia hanya mampu menduga-duga semua itu dengan teori "Probabilistic and Random Process", tapi itu tetap saja sia-sia. Manusia tidak akan pernah sanggup menyamai karakter Maha Mengetahui-Nya Allah Azza Wa Jalla. Titik, No comment!

Ambil satu contoh, proses "coin tossing". Manusia menganggap proses tersebut adalah proses acak karena manusia tidak mengetahui semua fungsi argumen tersebut. Sekali lagi, hal itu wajar, karena manusia memang terbatas dan pasti memiliki keterbatasan.

Alhasil, kata "acak" adalah sesuatu yang digunakan manusia untuk mengungkapkan keterbatasaanya dalam memahami sesuatu proses. Karena pada hakikanya semua proses bersifat "pseudo random process", bukan "true random process". karena Alah Azza Wa Jalla pasti mengetahui hasil dari semua proses tersebut, betapa kompleksnya pun proses tersebut.

Dengan ini saya menyatakan keterbatasaan diri saya sebagai manusia. Dengan ini saya menyatakan rasa kagum luar biasa terhadap semua proses kompleks yang diciptakan oleh Allah Azza Wa Jalla. Saya bertekuk lutut dan bersujud, saya salut dan hanya mampu berkata Subhanallah, Maha Suci Allah.

Tulisan ini semata-mata saya tulis sebagai sarana renungan diri. Kebenaran hanya dari Allah, dan kesalahan berasal dari kebodohan saya sendiri. Semoga seperti harapan saya, tulisan ini menjadi renungan yang bermanfaat bagi anda semua. Amiin.

Wednesday, July 23, 2008

Relasi Plain Text, Cipher Key dan Cipher Text dalam algoritma sandi Simplified DES (SDES)

Pagi ini, hari rabu, seperti biasa saya hadir di kelas Probability and random Processes dengan bimbingan pak DR. Oki Neswan. Ada hal menarik yang membuat saya senyum-senyum sendiri di kelas, hehehe. Beliau mengajarkan bagaimana mengenali hubungan dua variabel dengan menggunakan koefisien korelasi. hmmm kayaknya kalo disambungin ke kriptografi seru juga tuh ^_^.

Biarpun saya termasuk calculoser (pecundang matematika), tapi bodo amat ah. Yang jelas saya bener-bener penasaran sama percobaan iseng yang kini tengah bergejolak di otak. Percobaanya sih ngga banget, saya coba mencari hubungan plain text, cipher key dan cipher text dalam algoritma sandi Simplified DES (SDES).

Intinya sih kayak gini:

  1. Saya petakan Cipher Key dan plain text sebagai suatu variabel, katakanlah variabel x. Dimana variabel x= (cipher_text)*256 + plain_text
  2. Kemudian fungsi enkripsi akan memetakan setiap kemungkinan variabel x menjadi variabel y. Dimana variabel y didefinisikan sebagai y = SDES_encrypt(x).
  3. Cari hubungan x dan y.

Nggak banget kan?

OK, saya kan mulai eksperimen ini dengan membuat program enkripsi SDES berbasis PHP atau javascript, entah gimana nanti aja. Terus di program ntu, saya tambahkan rutin untuk menghitung ekspektasi, variance, dll entah gimana caranya yang penting dapet koeffisien korelasi.

Saya memilih SDES karena SDES sangat sederhana, plain text-nya hanya 8 bit, Cipher key 8 bit dan cipher text juga 8 bit. Dengan asumsi tersebut, saya akan mendapatkan 218 jenis kemungkinan variabel x dan 28 jenis kemungkinan variable y. Menurut saya, bilangan ini tidak terlalu besar, jadi bisa di-simulasikan dengan waktu tidak terlalu lama. Jadi ya sah-sah aja kan?

Tunggu update selanjutnya, hasilnya akan saya post disini, entah itu gagal atau berhasil :) . 

Monday, July 07, 2008

Qolbun Salim

Ya Allah,
berikanlah kepada hamba qolbun salim,
hati yang selalu mengingat-Mu
hati yang tenang,
hati yang lapang,
hati yang bersih,
hati yang zuhud,
hati yang tawadhu,
hati yang tulus dan ikhlas,
hati yang bersyukur,
hati yang cinta ilmu,
hati yang cenderung pada kebaikan,
hati yang tidak silau dengan harta,
hati yang tidak silau dengan tahta,
hati yang tidak dipenuhi kesombongan,
hati yang tidak haus pujian,
hati yang dijauhkan dari kedengkian,
hati yang dijauhkan dari rasa dendam,
sebagimana hati-hati yang dimiliki oleh para pendahulu kami
laksana embun pagi yang menyibak tanah yang berdebu

Thursday, June 26, 2008

Repot blogging

Fiuwh, setelah ngubek-ngubek source code AES, akhirnya saya berhasil juga ngeporting AES-128 dari PIC16F877 ke PIC18F4550 dan terakhir dimodif buat AES-256. Tapi ya itulah, ada kebahagiaan tersendiri nulis code open source dan berbagi ilmu :) . Belajar itu harus mudah dan murah untuk semua orang.

Kadang manage multiple blog repot juga. Saya punya 4 blog, dua dihosting di blogspot dan dua dihosting di wordpress. Yang dihosting di blogspot ntu blog pribadi saya dan Repository Kode PICmicro, sementara yang dihosting di wordpress isinya tentang embedded cryptography dan satu lagi rencananya bwt saya nanti jualan barang-barang embedded cryptography. Tapi yang terakhir ini belum ada isinya karena saya belum punya kapsitas untuk produksi dan sejauh ini saya hanya terjun dalam research implementasi penyandian untuk mikrokontroller, semoga saja suatu saat nanti saya bisa isi blog ini dengan produk "home made" saya, amiin.